Jumat, 24 Agustus 2012

Selasa, 21 Agustus 2012

#inginberhasilharusdikempaberulang-ulang

just share...
Dalam tiap harinya aku akan menuliskan berbagai pelajaran yang aku dapetin dari siapa pun, kapan pun, dan dimana pun itu ke blog ini. Bukan menggurui namun hanya sebagai cermin diri supaya bisa menjadi orang yang lebih bermanfaat dan lebih baik lagi dan tak lupa juga aku bagikan ke kalian semua para pembaca supaya bisa belajar bersama juga. :)

nah untuk hari ini, pelajaran yang aku dapetin dari tamuku hari ini yaitu dari seorang ibu mertua dari anaknya tante Yani, mbak Ika. Beliau orang yang ramah dan senang ngajak berbicara. Dan menurut pemikiranku, bahwa orang seperti beliau adalah orang yang berpendidikan. yah, benar sekali Beliau lulusan yang sama dengan almamaterku juga. :) Beliau pernah bekerja di Penelitian UI, Beliau sebagai supervisornya survei penelitian anak-anak yang dikontrak dengan Dinas setempat. Kalo bahasa Jawanya itu "bagian kulo nuwun nya survei tersebut" begitu jelas Beliau menyederhanakan pekerjaannya agar aku mengerti percakapan itu.

Dan ada pengalaman Beliau yang menarik yaitu Beliau pernah ditugaskan di tempat orang menduduki tanah yang seharusnya yang tidak boleh menjadi hunian karena itu milik perusahaan swasta. Dan beliau bersama anak - anak harus memberikan penyuluhan agar warga masyarakat disana ingin pindah dari huniannya sekarang untuk tinggal di Rumah Susun. Begitu sulitnya memberikan pengertian ke warga tersebut. Harus menunggu selama 3 bulan memberikan penyuluhan mulai ke orang - orang agar mau pindah karena memang hunian mereka tersebut sanitasinya buruk. Selain gag bagus buat kesehatan dan kelangsungan hidup mereka juga. Beliau juga pernah ditodong celurit. Namun Beliau bilang, lambat laun hati warga masyarakat luluh dan berkenan pindah ke Rumah Susun Sombo.

Mean of Lifenya : Orang seperti Ibu diatas tidak serta merta langsung menjadi mahir berbicara dan berdiplomasi dengan masyarakat. Namun itu hasil dari kerja keras setelah dikempa berulang - ulang, Dahulu Beliau harus menempuh ke sekolah 18 km tiap hari bersepeda dari Mojosari ke Mojokerto untuk bersekolah di SMP Negeri di kota Mojokerto.Udah dulu yah.. 
 

Selasa, 14 Agustus 2012

Ketika Tuhan Menjawab.. Kisah pertama kaliku masuk kuliah :)


Ketika Tuhan Menjawab...

Semua berawal dari sebuah mimpi seorang Aku yang hampir tak pernah mungkin bagiku untuk bersekolah lebih tinggi dari Sekolah Menengah Atas atau biasa disingkat SMA. Walau pun nilai akademis dan prestasiku cukup mendukung untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi. Namun satu hal yang membuat Aku tersebut tidak berani berharap lebih jauh yakni biaya kuliah yang nominalnya bukan puluhan atau ratusan ribu lagi namun sudah mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah. Sontaklah impianku hanya tergeletak dalam deretan angan belaka.
Kehidupan sekolahku tetap harus berjalan walau dalam hati masih terdengar lirih impian untuk meneruskan ke perguruan tinggi. Hampir setiap hari pada jam pelajaran, sahabat - sahabatku keluar masuk kelas untuk keperluan yang sama yakni pergi ke kantor Bimbingan Konseling (BK) untuk menyerahkan persyaratan tes masuk atau hanya sekedar menggali informasi mengenai PTN/PTS tertentu. Aku ingat betul itu sekitar tiga bulan menjelang UNAS SMA sepertinya sekolah utamanya anak – anak kelas tiga sedang gencar – gencarnya daftar kuliah, sibuk kesana kemari mulai dari legalisir rapor, mengurus surat Kelakuan Berperilaku Baik (SKBB), tes buta warna dan lain – lain. Daftar lebih dari satu perguruan tinggi, daftar lewat jalur macam – macam ikut intensif bimbel yah masih banyak lagi. Sedangkan aku masih bergejolak dalam hati untuk memberanikan diri mengajukan persyaratan saja tidak berani. Sahabatku sering bertanya kepadaku, “ Kamu daftar mana?”. Kalimat itu mudah sekali dijawab bagi mereka yang memiliki tujuan jelas, dana ada, mobilitas dan link terfasilitasi. Dan pertanyaan itu aku jawab dengan sederhana yakni “ Aku gag daftar mana – mana” dengan senyum nyengir khas dariku. Aku pasrah dan ikhlas kepada Tuhan tentang garis yang baik kepadaku dan tetap menjalani sekolah, fokus dengan ujian akhir nanti.
            Sebulan menjelang Ujian Akhir Nasional ada pameran expo mengenai beberapa PTS/PTN tertentu yang diadakan oleh kakak alumni SMA dulu. Disana kakak alumni memberikan informasi pada masing – masing stand. Dari beberapa stand yang ada, aku tertarik dengan yang menawarkan beasiswa ada satu PTS yang akhirnya aku memberanikan diri untuk mendaftar dikarenakan oleh kakak satu ektrakurikuler masuk beasiswa penuh disana. Mulailah aku mengikuti rutinitas pergi ke BK untuk mengumpulkan berkas – berkas yang ada. Namun sayangnya, pengumpulan berkas sudah terlambat karena pihak sekolah telh mengirimkan berkasnya seminggu yang lalu. Mungkin sial bagiku tapi yang namanya maju, pantang untuk mundur, kawan!.
Aku berangkat sendiri ke PTS tersebut yang letaknya tidak seberapa jauh dari kampungku, yah kira – kira Mojokerto-Surabaya bisa ditempuh dalam dua jam dengan bus ditemani dengan sang Kakak yang notabene pernah kos sekitar daerah PTS tersebut. Setelah menempuh perjalanan, akhirnya kami sampailah di kampus yang gedungnya bertingkat – tingkat, mobil pada berjejer di halaman parkir ibarat dalam hati nih nak berkata, “alamak! elit sekali nantinya teman – temanku yang ku punya”. Bergegaslah Aku bersama kakak serta kemenakanku ke tempat registrasi PTS itu lalu Aku menyerahkan berkas lengkap dengan pas foto dan segala macamlah. Dalam hatiku sangat senang sekali karena Aku pikir ini adalah pencerahan bagiku yang ingin meneruskan sekolah. Mataku berbinar- binar tidak bisa membayangkan tentang kuliah dan tidak sabar menunggu pengumuman dari PTS tersebut yang akan lolos ke tahap interview beasiswa penuh. Sudah seminggu yang lalu sejak Aku menyerahkan berkas administrasi namun belum juga terdengar seruak pengumuman. Hampir saja Aku melupakan kalau Aku pernah daftar beasiswa penuh karena saking lamanya pengumuman keluar. Dan dua hari kemudian, pengumuman pun keluar, langsung Aku ke warnet tetanggga untuk melihat nama siapa saja yang lolos ke tahap interview. Perlahan Aku buka alamat webnya sambil mengucapkan basmalah dan denyut jantung yang dari tadi dag dig dug. Maklum, ini pertama kalinya Aku daftar kuliah. Aku periksa satu per satu deretan nama – nama tersebut berharap ada namaku disana. Ternyata, memang ada namaku di pengumuman itu namun dengan keterangan TIDAK LOLOS ke tahap selanjutnya. Tep, saat itu pulalah Aku merasakan sakit hati yang teramat sangat. Pupus sudah semua harapan, mimpiku hilang semua hilang dalam sekejap dan masih terekam seumur hidupku kata TIDAK LOLOS itu. Semangat untuk belajar di sekolah pun mulai turun namun Aku pikir Aku tidak boleh terlarut terlalu lama dalam masalah ini. Kembali ke rutinitas semula yakni pergi ke sekolah, belajar, dan fokus untuk UAN nanti.
Count down  untuk ujian akhir terus berjalan, waktu ujian akhir semakin dekat. Namun Aku terus berdoa kepada Tuhan agar Aku bisa meneruskan sekolah ke perguruan tinggi tanpa biaya sedikit pun, dimana pun, jurusan apa pun itu insya Allah, Aku akan giat belajar. Doa yang bisa dibilang gag mungkin terjadi secara logika. Namun sekali lagi Tuhan memang Maha Adil dan Maha Mengetahui, siapa yang menyangka kalau Aku mendapatkan informasi dari pak Yusuf selaku guru bimbingan yang menjadi pahlawan bagi anak- anak kelas tiga datang ke kelasku membawa berita gembira bagiku dan teman – teman lain yang juga mencari beasiswa yakni program beasiswa Bidik Misi (BM) di Universitas Airlangga (UNAIR). Dalam penjelasan beliau, program beasiswa ini baru pertama kali diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi yang biasa disingkat menjadi Ditjen Dikti dan memang untuk siswa SMA sederajat yang tidak mampu namun keinginan untuk sekolah itu besar. Dan beliau juga mengatakan,”siapa yang dapat beasiswa ini enak, tinggal mikir kuliah tok  tanpa mikirin uang SP3 dan lain- lain, selain itu dapat uang saku per bulannya, tapi eling sing temenan kuliah. Namun kalian harus lolos tes masuknya terlebih dahulu untuk mendapat beasiswa ini dan jalur pendafaran yang dibuka sebelum UAN adalah tes PMDK”. Dalam hati, Aku hanya bisa mengucap syukur kepada Tuhan, akhirnya angin masih berhembus kepadaku. Tanpa pikir panjang lagi mungkin ini adalah jawaban atas doaku selama ini dan langsung Aku menanyakan kepada pak Yusuf berkas apa saja yang perlu Aku siapkan untuk mengikuti tes ujian masuk dan program beasiswanya sendiri. Setelah berkas semua anak lengkap barulah pak Yusuf menyerahkan langsung ke UNAIR dan kami disuruh pak Yusuf untuk menunggu siapa saja yang beruntung untuk mengikuti karantina tes ujian masuk UNAIR untuk calon penerima beasiswa yang dikenal dengan BMU.
Ujian akhir sudah selesai tinggal ujian akhir sekolah yang hampir selesai dan berikutnya adalah ujian akhir praktikum. Di sela ujian akhir sekolah, pengumuman penerima BMU keluar langsung Aku berlari menuju kantor pak Yusuf dan menanyakan siapa penerima beasiswa yang dikarantina. Belum hilang nafasku yang terengah – engah karena berlari dari ruang kelas ke kantor pak Yusuf tadi, sekarang jantungku ingin copot sewaktu mendengar namaku dipanggil  beliau dan Renda temanku, siswa kelas tiga IPS. Pak Yusuf menyerahkan amplop berisi undangan untukku yang isinya dikarantina selama dua hari sebelum tes ujian masuk. Tak lama kemudian terdengar suara bel berbunyi menandakan Aku harus bergegas ke kelas untuk melaksanakan ujian akhir sekolah sambil tak henti – hentinya Aku bersyukur kepada Tuhan atas segala kuasaNya. Dan ujian pun selesai. Aku tak sabar sampi di rumah untuk menyampaikan surat ini untuk ibu dan bapak di rumah. Mereka hampir tak menyangka sama sekali atas apa yang terjadi bahkan mereka sempat pesimis kalau toh nantinya akan bayar – bayar lagi. Akan tetapi, Aku meyakinkan mereka bahwa Aku hanya ikut program beasiswa kalau masuk ya Alhamdulillah kalau tidak ya Alhamdulillah, tidak ada salahnya juga Aku mengikuti ini.
Perjuangan belum berakhir kawan. Mungkin itu kata yang cocok untuk mengkondisikan keadaamku saat itu. Aku harus bolak – balik ruang guru untuk menemukan jadwal susulan yang pas untuk ujian akhir praktikum Bahasa Indonesia dan Biologi karena Aku harus izin dua hari untuk karantina. Dan akhirnya Aku dapat jadwal ujian Bahasa Indonesia bersamaan dengan ujian Agama. Alhasil, menumpuklah itu ujian praktikum karena untuk Bahasa Indonesia harus menyelesaikan resensi satu buku dikumpulkan dalam bentuk hard copy dan mengarang minimal lima halaman folio dikumpulkan pada hari itu juga dan tidak lebih dari jam pulang sekolah. Selain itu, Aku juga harus ujian Agama pada hari yang sama. Alhamdulillah selesai semuanya dengan cukup baik. Dan berangkat ke Surabaya untuk dikarantina sekaligus ujian tes masuk jalur PMDK Prestasi. Ujian terdiri dari Tes TPA dan IPA khusus yang jurusan IPA, IPS dan IPC juga berlaku demikian serta waktu pengerjaan 100menit untuk 100 soal. Aku menemukan banyak teman baru dari segala daerah dengan tujuan yang sama yakni ingin meneruskan sekolah. Ada kata motivasi yang kusuka dari kakak pembimbingku waktu itu adalah jika kalian selesai melaksanakan ujian, dimana yang lain sibuk untuk menghitung salah dan benar dalam menjawab soal maka kita sebaiknya berdoa kepada Tuhan seperti ini doanya, ”Ya Rabb, ijinkanlah Aku kembali ke kampus UNAIR ini dan apa pun hasilnya jangan sampai membuatku menangis ya Rabb”. Tak lama kemudian Tuhan pun menjawabnya dengan jalan yang tidak terduga sekarang Aku bisa berkuliah di UNAIR sebagai penerima beasiswa BM 2010 dari awal mendaftar tidak mengeluarkan biaya apa pun dan Alhamdulillah Aku keterima di jurusan yang Aku senangi yaitu Fakultas Farmasi Universitas Airlangga.

Kawanku, janganlah pernah meragukan kuasaNya. Mintalah kepadaNya dengan penuh keyakinan bahwa suatu saat akan terkabul. Dan jangan pernah meremehkan kekuatan mimpimu karena itulah titik awal dimana kalian menentukan masa depan kalian. Dan iringi dengan aksi – aksi kecil karena itu akan membuatnya menjadi aksi yang besar.
Ini sedikit cerita dariku semoga dapat menginspirasi kalian para pembaca.. Semangat!!! minggu, 29 Juli 2012 (okky)

Pengambilan SKS

"INFO TERBARU" untuk hasil audience tgl 10/3/12
"INFO TERBARU" untuk hasil audience tgl 10/3/12 yg point ke 1,
Berdasarkan hasil rapat Dekanat dengan seluruh Dosen PJMA Mata Kuliah FFUA dan pengajuan surat ke Rektor 14/3/12,

Assalamullaikum, Wr. Wb.

Tentang Pengambilan Matakuliah melebihi SKS sesuai IPS, yaitu
  • Mahasiswa bisa mengambil jatah lebih dari sks maksimal yang disyaratkan sesuai SK Rektor hingga batas maksimal 24 sks tapi tidak boleh lebih dari 24 sks


Alhamdulillah hari ini SUDAH MENDAPAT PERSETUJUAN dari REKTOR UNAIR, untuk surat pengesahannya bisa diminta ke Bu Isnaeni ( WADEK I )


untuk yg point 2 yaitu

2. Program baru dekanat "Pengajuan Permohonan Perbaikan Nilai non-KRS"

berdasarkan hasil rapat Dekanat dengan PJMA, ada beberapa hal yg di RALAT , yaitu
  • Program ini berlaku HANYA untuk Mahasiswa dengan nilai D, kecuali E tanpa memprogram KRS
  • Nilai maksimal yang diperoleh adalah C ------> Diambil nilai terbaik
  • Setelah mendaftar, mahasiswa hanya ikut ujiannya saja (UTS dan UAS), tidak perlu mengikuti kuliah karena non-KRS. (Misal, saya mengisi dan mendaftar ikut program ini untuk mata kuliah preskripsi 1, saya tidak perlu ikut kuliah, tapi saat UTS saya datang dan ikut ujian UTS. Saat UAS juga begitu, saya datang dan ikut ujian UAS
  • Maksimal hanya bisa mengambil 4 sks
  • Diambil nilai terbaik

TETAPI, untuk program point 2, sampai hari ini belum ada kepastian dan masih dalam tahap pengkajian dari pihak Rektorat, namun menurut pembicaraan dengan Rektor dan Dekanat FFUA , kemungkinan besar program ini TIDAK AKAN DIBERLAKUKAN di FFUA, karena ada beberapa pertimbangan yg belum dapat di setujui oleh Rektor, dan sangat tidak relevan jika mungkin di berlakukan di FFUA. sumber : Wadek I FFUA

Untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan, atau silahkan menghubungi Bu Isnaeni ( WADEK I FFUA )

terimakasih,
wassalamuallaikum Wr. Wb.

Best regards
Mahasiswa biasa FFUA'10

Impian 1

subhanallah artikel-artikel dibawah ini menambah keyakinanku ingin pergi bersama keluarga ke kota suci Mekah... Bismillahirrahmanirrahim...

Aku ngutip dari http://www.myberita.com/nasa-menyembunyikan-misteri-di-sebalik-kota-mekah2/

Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “Allah telah menjadikan Kaabah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia.” (Surah Maa’idah: 97)

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah yang terletaknya Kaabah adalah pusat kepada planet Bumi.”
Sebenarnya di dalam Al-Quran terlebih dahulu membicarakan perkara ini, sebagai hamba Allah yang diberikan akal fikiran perlulah meneliti dan berfikir disebalik rahsia-rahsia yang terkandung didalam ayat-ayat suci Al-Quran Al-Karim.
Diantara Kalam-kalam Allah Ta’ala mengenai Mekah Pusat Bumi

Allah berfirman lagi yang bermaksud:
“Wahai jin dan manusia, jika kamu sanggup menembusi (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusinya kecuali dengan kekuatan (ilmu pengetahuan).” (ar-Rahman: 33)
Kata “aqthar” adalah bentuk jamak dari kata “qutr” yang bererti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.
Berdasarkan ayat ini dapat difahami bahawa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Mekah berada di tengah-tengah bumi, dengan itu bererti bahawa Mekah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.
Selain itu ada hadis yang menerangkan bahawa Masjidil Haram di Mekah, tempat kaabah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh lapisan yang membentuk bumi.
Nabi Muhammad SAW bersabda maksudnya: “Wahai orang-orang Mekah, wahai orang-orang Quraisy , sesungguhnya kamu berada di bawah pertengahan langit.”

Berdasarkan penelitian di atas, bahawa Mekah berada pada tengah-tengah bumi (pusat dunia), maka benar-benar diyakini bahawa Kota Suci Mekah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. – (Dipetik dari Eramuslim “Makkah Sebagai Pusat Bumi” Oleh Dr. Mohamad Daudah)
 
Rasulullah SAW bersabda:
“Hajar Aswad itu diturunkan dari syurga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.” (Jami’ al-Tirmidzi al-Hajj)
“Hajar Aswad dari batu-batuan Syurga dan tidak ada suatu benda di bumi yang turunnya dari Syurga selain batu itu.” (HR. Thabrani)
 

Everytime We Touch~ cascade

I still hear your voice when you sleep next to me
I still feel your touch in my dreams
Forgive me my weakness
But I don't know why
Without you it's hard to survive

'Cause everytime we touch
I get this feeling
And everytime we kiss
I swear I could fly
Can't you feel my heart beat fast
I want this to last
Need you by my side

'Cause everytime we touch
I feel the static
And every-time we kiss
I reach for the sky
Can't you hear my heart beat so
I can't let you go
Want you in my life

Your arms are my castle
Your heart is my sky
They wipe away tears that I cry
The good and the bad times,
We've been through them all
You make me rise when I fall

'Cause everytime we touch
I get this feeling
And everytime we kiss
I swear I could fly
Can't you feel my heart beat fast
I want this to last
Need you by my side

Cause everytime we touch
I feel the static
And every-time we kiss
I reach for the sky
Can't you hear my heart beat so
I can't let you go
Want you in my life

'Cause everytime we touch
I get this feeling
And everytime we kiss
I swear I could fly
Can't you feel my heart beat fast
I want this to last
Need you by my side