Selasa, 14 Agustus 2012

Ketika Tuhan Menjawab.. Kisah pertama kaliku masuk kuliah :)


Ketika Tuhan Menjawab...

Semua berawal dari sebuah mimpi seorang Aku yang hampir tak pernah mungkin bagiku untuk bersekolah lebih tinggi dari Sekolah Menengah Atas atau biasa disingkat SMA. Walau pun nilai akademis dan prestasiku cukup mendukung untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi. Namun satu hal yang membuat Aku tersebut tidak berani berharap lebih jauh yakni biaya kuliah yang nominalnya bukan puluhan atau ratusan ribu lagi namun sudah mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah. Sontaklah impianku hanya tergeletak dalam deretan angan belaka.
Kehidupan sekolahku tetap harus berjalan walau dalam hati masih terdengar lirih impian untuk meneruskan ke perguruan tinggi. Hampir setiap hari pada jam pelajaran, sahabat - sahabatku keluar masuk kelas untuk keperluan yang sama yakni pergi ke kantor Bimbingan Konseling (BK) untuk menyerahkan persyaratan tes masuk atau hanya sekedar menggali informasi mengenai PTN/PTS tertentu. Aku ingat betul itu sekitar tiga bulan menjelang UNAS SMA sepertinya sekolah utamanya anak – anak kelas tiga sedang gencar – gencarnya daftar kuliah, sibuk kesana kemari mulai dari legalisir rapor, mengurus surat Kelakuan Berperilaku Baik (SKBB), tes buta warna dan lain – lain. Daftar lebih dari satu perguruan tinggi, daftar lewat jalur macam – macam ikut intensif bimbel yah masih banyak lagi. Sedangkan aku masih bergejolak dalam hati untuk memberanikan diri mengajukan persyaratan saja tidak berani. Sahabatku sering bertanya kepadaku, “ Kamu daftar mana?”. Kalimat itu mudah sekali dijawab bagi mereka yang memiliki tujuan jelas, dana ada, mobilitas dan link terfasilitasi. Dan pertanyaan itu aku jawab dengan sederhana yakni “ Aku gag daftar mana – mana” dengan senyum nyengir khas dariku. Aku pasrah dan ikhlas kepada Tuhan tentang garis yang baik kepadaku dan tetap menjalani sekolah, fokus dengan ujian akhir nanti.
            Sebulan menjelang Ujian Akhir Nasional ada pameran expo mengenai beberapa PTS/PTN tertentu yang diadakan oleh kakak alumni SMA dulu. Disana kakak alumni memberikan informasi pada masing – masing stand. Dari beberapa stand yang ada, aku tertarik dengan yang menawarkan beasiswa ada satu PTS yang akhirnya aku memberanikan diri untuk mendaftar dikarenakan oleh kakak satu ektrakurikuler masuk beasiswa penuh disana. Mulailah aku mengikuti rutinitas pergi ke BK untuk mengumpulkan berkas – berkas yang ada. Namun sayangnya, pengumpulan berkas sudah terlambat karena pihak sekolah telh mengirimkan berkasnya seminggu yang lalu. Mungkin sial bagiku tapi yang namanya maju, pantang untuk mundur, kawan!.
Aku berangkat sendiri ke PTS tersebut yang letaknya tidak seberapa jauh dari kampungku, yah kira – kira Mojokerto-Surabaya bisa ditempuh dalam dua jam dengan bus ditemani dengan sang Kakak yang notabene pernah kos sekitar daerah PTS tersebut. Setelah menempuh perjalanan, akhirnya kami sampailah di kampus yang gedungnya bertingkat – tingkat, mobil pada berjejer di halaman parkir ibarat dalam hati nih nak berkata, “alamak! elit sekali nantinya teman – temanku yang ku punya”. Bergegaslah Aku bersama kakak serta kemenakanku ke tempat registrasi PTS itu lalu Aku menyerahkan berkas lengkap dengan pas foto dan segala macamlah. Dalam hatiku sangat senang sekali karena Aku pikir ini adalah pencerahan bagiku yang ingin meneruskan sekolah. Mataku berbinar- binar tidak bisa membayangkan tentang kuliah dan tidak sabar menunggu pengumuman dari PTS tersebut yang akan lolos ke tahap interview beasiswa penuh. Sudah seminggu yang lalu sejak Aku menyerahkan berkas administrasi namun belum juga terdengar seruak pengumuman. Hampir saja Aku melupakan kalau Aku pernah daftar beasiswa penuh karena saking lamanya pengumuman keluar. Dan dua hari kemudian, pengumuman pun keluar, langsung Aku ke warnet tetanggga untuk melihat nama siapa saja yang lolos ke tahap interview. Perlahan Aku buka alamat webnya sambil mengucapkan basmalah dan denyut jantung yang dari tadi dag dig dug. Maklum, ini pertama kalinya Aku daftar kuliah. Aku periksa satu per satu deretan nama – nama tersebut berharap ada namaku disana. Ternyata, memang ada namaku di pengumuman itu namun dengan keterangan TIDAK LOLOS ke tahap selanjutnya. Tep, saat itu pulalah Aku merasakan sakit hati yang teramat sangat. Pupus sudah semua harapan, mimpiku hilang semua hilang dalam sekejap dan masih terekam seumur hidupku kata TIDAK LOLOS itu. Semangat untuk belajar di sekolah pun mulai turun namun Aku pikir Aku tidak boleh terlarut terlalu lama dalam masalah ini. Kembali ke rutinitas semula yakni pergi ke sekolah, belajar, dan fokus untuk UAN nanti.
Count down  untuk ujian akhir terus berjalan, waktu ujian akhir semakin dekat. Namun Aku terus berdoa kepada Tuhan agar Aku bisa meneruskan sekolah ke perguruan tinggi tanpa biaya sedikit pun, dimana pun, jurusan apa pun itu insya Allah, Aku akan giat belajar. Doa yang bisa dibilang gag mungkin terjadi secara logika. Namun sekali lagi Tuhan memang Maha Adil dan Maha Mengetahui, siapa yang menyangka kalau Aku mendapatkan informasi dari pak Yusuf selaku guru bimbingan yang menjadi pahlawan bagi anak- anak kelas tiga datang ke kelasku membawa berita gembira bagiku dan teman – teman lain yang juga mencari beasiswa yakni program beasiswa Bidik Misi (BM) di Universitas Airlangga (UNAIR). Dalam penjelasan beliau, program beasiswa ini baru pertama kali diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi yang biasa disingkat menjadi Ditjen Dikti dan memang untuk siswa SMA sederajat yang tidak mampu namun keinginan untuk sekolah itu besar. Dan beliau juga mengatakan,”siapa yang dapat beasiswa ini enak, tinggal mikir kuliah tok  tanpa mikirin uang SP3 dan lain- lain, selain itu dapat uang saku per bulannya, tapi eling sing temenan kuliah. Namun kalian harus lolos tes masuknya terlebih dahulu untuk mendapat beasiswa ini dan jalur pendafaran yang dibuka sebelum UAN adalah tes PMDK”. Dalam hati, Aku hanya bisa mengucap syukur kepada Tuhan, akhirnya angin masih berhembus kepadaku. Tanpa pikir panjang lagi mungkin ini adalah jawaban atas doaku selama ini dan langsung Aku menanyakan kepada pak Yusuf berkas apa saja yang perlu Aku siapkan untuk mengikuti tes ujian masuk dan program beasiswanya sendiri. Setelah berkas semua anak lengkap barulah pak Yusuf menyerahkan langsung ke UNAIR dan kami disuruh pak Yusuf untuk menunggu siapa saja yang beruntung untuk mengikuti karantina tes ujian masuk UNAIR untuk calon penerima beasiswa yang dikenal dengan BMU.
Ujian akhir sudah selesai tinggal ujian akhir sekolah yang hampir selesai dan berikutnya adalah ujian akhir praktikum. Di sela ujian akhir sekolah, pengumuman penerima BMU keluar langsung Aku berlari menuju kantor pak Yusuf dan menanyakan siapa penerima beasiswa yang dikarantina. Belum hilang nafasku yang terengah – engah karena berlari dari ruang kelas ke kantor pak Yusuf tadi, sekarang jantungku ingin copot sewaktu mendengar namaku dipanggil  beliau dan Renda temanku, siswa kelas tiga IPS. Pak Yusuf menyerahkan amplop berisi undangan untukku yang isinya dikarantina selama dua hari sebelum tes ujian masuk. Tak lama kemudian terdengar suara bel berbunyi menandakan Aku harus bergegas ke kelas untuk melaksanakan ujian akhir sekolah sambil tak henti – hentinya Aku bersyukur kepada Tuhan atas segala kuasaNya. Dan ujian pun selesai. Aku tak sabar sampi di rumah untuk menyampaikan surat ini untuk ibu dan bapak di rumah. Mereka hampir tak menyangka sama sekali atas apa yang terjadi bahkan mereka sempat pesimis kalau toh nantinya akan bayar – bayar lagi. Akan tetapi, Aku meyakinkan mereka bahwa Aku hanya ikut program beasiswa kalau masuk ya Alhamdulillah kalau tidak ya Alhamdulillah, tidak ada salahnya juga Aku mengikuti ini.
Perjuangan belum berakhir kawan. Mungkin itu kata yang cocok untuk mengkondisikan keadaamku saat itu. Aku harus bolak – balik ruang guru untuk menemukan jadwal susulan yang pas untuk ujian akhir praktikum Bahasa Indonesia dan Biologi karena Aku harus izin dua hari untuk karantina. Dan akhirnya Aku dapat jadwal ujian Bahasa Indonesia bersamaan dengan ujian Agama. Alhasil, menumpuklah itu ujian praktikum karena untuk Bahasa Indonesia harus menyelesaikan resensi satu buku dikumpulkan dalam bentuk hard copy dan mengarang minimal lima halaman folio dikumpulkan pada hari itu juga dan tidak lebih dari jam pulang sekolah. Selain itu, Aku juga harus ujian Agama pada hari yang sama. Alhamdulillah selesai semuanya dengan cukup baik. Dan berangkat ke Surabaya untuk dikarantina sekaligus ujian tes masuk jalur PMDK Prestasi. Ujian terdiri dari Tes TPA dan IPA khusus yang jurusan IPA, IPS dan IPC juga berlaku demikian serta waktu pengerjaan 100menit untuk 100 soal. Aku menemukan banyak teman baru dari segala daerah dengan tujuan yang sama yakni ingin meneruskan sekolah. Ada kata motivasi yang kusuka dari kakak pembimbingku waktu itu adalah jika kalian selesai melaksanakan ujian, dimana yang lain sibuk untuk menghitung salah dan benar dalam menjawab soal maka kita sebaiknya berdoa kepada Tuhan seperti ini doanya, ”Ya Rabb, ijinkanlah Aku kembali ke kampus UNAIR ini dan apa pun hasilnya jangan sampai membuatku menangis ya Rabb”. Tak lama kemudian Tuhan pun menjawabnya dengan jalan yang tidak terduga sekarang Aku bisa berkuliah di UNAIR sebagai penerima beasiswa BM 2010 dari awal mendaftar tidak mengeluarkan biaya apa pun dan Alhamdulillah Aku keterima di jurusan yang Aku senangi yaitu Fakultas Farmasi Universitas Airlangga.

Kawanku, janganlah pernah meragukan kuasaNya. Mintalah kepadaNya dengan penuh keyakinan bahwa suatu saat akan terkabul. Dan jangan pernah meremehkan kekuatan mimpimu karena itulah titik awal dimana kalian menentukan masa depan kalian. Dan iringi dengan aksi – aksi kecil karena itu akan membuatnya menjadi aksi yang besar.
Ini sedikit cerita dariku semoga dapat menginspirasi kalian para pembaca.. Semangat!!! minggu, 29 Juli 2012 (okky)

4 komentar:

  1. ini tah cerpen yang kamu maksud hahaha
    oohh aku kira cepen fiksi ternyata mala kisah hidupmu nyampe farmasi tohh,,
    yah kalo boleh coment kalimatmu terlalu baku mbak coba deh kalo emang pengen ceritamu dibaca agak dbkin sekomunikatif mungkin ya itu sih dari orang awam kayak aku hehehe tp nice job ya buat perjuangannya ^^

    BalasHapus
  2. oalah itu bukan cerpennya.. itu artikel buat buku motivasi buat anak sekolah mas. sipp komentar akan diperbaiki di cerpen selanjutnya.tapi masih belum direlease >> segera dipost deh..

    BalasHapus
  3. jah kirain udah hahahaha bise ta cari-cari koq ga ada yang berbau cerpen cman ini hahaha :P
    eh sori ya beberapa hari ini pulsa ku abis jadi jangan sms aku dlu takute gbsa bales,,
    lanjutkan ae wez btw tampilan blogmu kok jadi aneh ya ap ini lepiku yang aneh hehehe :P

    BalasHapus
  4. lagi bad moody stadium lanjut iki... -___-

    BalasHapus